Kata Bijak Islami : Kumpulan Hikmah Syeikh Ibnu Atha'illah Al Iskandari



Jadikan hati mu itu seperti ikan di laut

Setengah dari tanda bahwa seorang itu bersandar diri pada kekuatan amal usahanya, yaitu berkurangnya pengharapan terhadap rahmat kurnia Allah ketika terjadi padanya suatu kesalahan atau dosa

Istirihatkan dirimu atau fikiranmu dari kerisauan mengatur hajat keperluan dunia mu, sebab apa yang sudah dijamin atau diselesaikan oleh lain mu, tidak usah kau sibuk memikirkannya

Kerajinanmu untuk mencapai apa-apa yang telah dijamin pasti akan sampai kepadamu, disamping kekecewaanmu terhadap kewajiban-kewajiban yang diamanahkan kepadamu, membuktikan butanya mata hatimu

Janganlah kelambatan masa pemberian Tuhan kepada mu, padahal kau bersungguh-sungguh dalam berdoa, menyebabkan patah harapan, sebab Allah telah menjaminkan menerima semua doa dalam apa yang Dia kehendaki untuk mu, bukan menurut kehendak mu, dan pada waktu yang ditentukanNya, bukan pada waktu yang kau tentukan



Jangan sampai meragukan kamu terhadap janji Allah, kerana tidak terlaksananya apa yang telah dijanjikan itu, meski pun telah tertentu (tiba) masanya. Supaya tidak menyalahi pandangan mata hatimu, atau memadamkan nur cahaya batinmu

Apabila Tuhan membukakan bagimu suatu jalan untuk makrifat (mengenal padaNya), maka jangan menghiraukan soal amalmu yang masih sedikit, sebab Tuhan tidak membukakan bagimu, melainkan Dia akan memperkenal diriNya kepada mu, tidakkah kau ketahui bahawa makrifat itu semata-mata pemberian kurniaan Allah kepadamu, sedang amal perbuatanmu hadiah daripadamu, maka di manakah letak perbandingannya antara hadiahmu dengan pemberian kurnia Allah kepadamu

Beraneka warna jenis amal perbuatan kerana bermacam-macam pula pemberian kurnia Allah yang diberikan kepada hambaNya

Amal perbuatan itu sebagai kerangka yang tegak, sedang roh (jiwanya) adalah terdapatnya rahsia ikhlas (ketulusan) dalam amal perbuatan itu

Tanamlah diri mu dalam tanah kerendahan, sebab tiap suatu yang tumbuh tetapi tidak ditanam, maka tidak sempurna hasilnya


Tiada sesuatu yang sangat berguna bagi hati (jiwa) sebagaimana menyendiri untuk masuk ke medan berfikir (tafakur)

Bagaimana akan dapat terang hati seorang yang gemar dunia ini terlukis dalam cermin hatinya. Atau, bagaimana akan pergi menuju kepada Allah, padahal dia masih terikat (terbelenggu) oleh syhawat nafsunya. Atau, bagaimana akan dapat masuk ke hadratullah, padahal dia belum bersih (suci) dari kelalaiannya yang di sini diampunkan dengan janaabahnya. Atau, bagaimana akan mengerti rahsia-rahsia yang halus (dalam) padahal dia belum taubat dari kekeliruan-kekeliruannya

Alam ini kesemuanya berupa kegelapan, sedang yang meneranginya hanya kerana nampaknya hak (Allah) padanya, maka siapa yang melihat alam kemudian tidak melihat Allah di dalamnya, atau padanya atau sebelumnya, atau sesudahnya, maka benar-benar dia telah disilaukan oleh nur cahaya, dan tertutup baginya suria (nur) makrifat oleh tebalnya awan benda-benda alam ini

Diantara bukti-bukti yang menunjukkan adanya kekuasaan Allah yang luar biasa, adalah dapat menghijabkan engkau daripada melihat kepadaNya dengan hijab yang tidak ada wujudnya (yakni bayangan-bayangan hijabnya) di sisi Allah


Bagaimana dapat dibayangkan bahawa Allah dapat dihijabkan oleh sesuatu padahal Allah yang menzahirkan (menampakkan) segala sesuatu



Bagaimana akan mungkin dihijab oleh sesuatu, padahal andaikan tidak ada Allah, nescaya tidak akan ada segala sesuatu

Alangkah ajaibnya (sungguh sangat ajaib), bagimana nampak wujud di dalam alam adam (tidak ada). Yakni sesuatu yang hakikatnya tidak ada bagaimana dapat nampak ada wujudnya. Atau bagaimana dapat bertahan sesuatu yang rosak hancur itu di samping zat yang bersifat qabim

Tiada meninggalkan sedikit pun dari diri kebodohan, siapa yang berusaha akan mengadakan sesuatu dalam suatu masa selain dari apa yang dijadikan oleh Allah di dalam masa itu


Bagaimana akan dapat ditutupi oleh sesuatu, padahal Dia yang nampak pada tiap segala sesuatu

Bagaimana akan mungkin dihijab oleh sesuatu, padahal Dia lebih jelas (nampak) dari segala sesuatu

Bagaimana mungkinkan akan dihijab oleh sesuatu, padahal Dia dari yang esa (tunggal) yang tidak ada disampingNya sesuatu apa pun

Bagaimana akan dapat dihijab oleh sesuatu, padahal Dia (Allah) lebih dekat kepada mu dari segala sesuatu



Loading...