Pengertian Kafir yang Sebenarnya, Dalam Pandangan Para Ulama

Pengertian Kafir


Pengertian Kafir : Secara bahasa, kafir berarti menutupi. Jauh dari arti secara bahasa, “kata kafir” secara istilah adalah lawan dari “kata iman”. Iman diartikan “pembenaran” (al-tas}diq ) terhadap Rasulullah SAW, beserta ajaran-ajaran yang dibawanya. Maka kafir diartikan dengan “pendustaan” (al-takdhib) terhadap ajaran-ajaran beliau. Jadi, orang kafir ialah orang yang mengingkari ajaran Islam yang seharusnya dia imani.

Kata Kafir dalam Al-Quran

Kata kafir dalam Al-Quran dengan berbagai bentuknya, disebutkan sebanyak sebanyak 525 kali yang tersebar di 73 surat dari 114 surat.

Jenis-jenis Kafir dan Karakteristiknya

Kufr Al-Inkar

Yaitu kekafiran dalam arti pengingkaran terhadap eksistensi Tuhan, rasul-rasul-Nya, dan seluruh ajaran yang mereka bawa. Jadi ditinjau dari sudut akidah, orang kafir jenis ini tidak percaya sama sekali akan adanya Tuhan sebagai pencipta, pemelihara, dan pengatur alam ini. Ia juga mendustakan rasulrasul, mendustakan ayat-ayat Tuhan, menolak semua hal yang bersifat ghaib, seperti malaikat, kiamat, kebangkitan, surga, neraka, dan sebagainya.

Kufr Al-Juhud

Istilah Kufr Al-Juhud diambil dari term juhud yang terdapat dalam al-Qur’an. Kufr Al-Juhud adalah mengakui dengan hati (kebenaran rasul dan ajaran-ajaran yang dibawanya) tetapi mengingkari dengan lidah.

Kufr Al-Nifaq

Kufr Al-Nifaq dapat dianggap sebagai kebalikan dari Kufr Al-Juhud. Kalau Kufr Al-Juhud berarti mengetahui atau meyakini dengan hati tetapi ingkar dengan lidah, maka kufr al-nifaq mengandung arti pengakuan dengan lidah tetapi pengingkaran dengan hati.

Kufr Al-Shirk

Shirk, dalam arti mempersekutukan Tuhan dengan menjadikan sesuatu, selain diri-Nya, sebagai senbahan, objek pemujaan, dan atau tempat menggantungkan harapan dan dambaan, termasuk dalam kategori kufr. Shirk, digolongkan sebagai kekafiran sebab perbuatan itu mengingkari keesaan Tuhan yang, berarti, mengingkari kemaha-kuasaan dan kemahasempurnaan-Nya.

Kufr Al-Ni’mah

Yaitu penyalahgunaan nikmat yang diperoleh, penempatannya bukan pada tempatnya, dan penggunaannya bukan pada hal-hal yang dikehendaki dan diridai oleh pemberi nikmat.
Kufr nikmat, dalam arti penyalahgunaan nikmat-nikmat Tuhan, sebenarnya, telah dilakukan secara langsung oleh orang-orang yang, memang, tergolong kafir (kafir ingkar, kafir juhud, musyrik, dan munafik). Mereka ini, semuanya, terlibat dalam penyalahgunaan nikmat-nikmat Tuhan karena mereka menggunakan nikmat-nikmat itu bukan pada tempat yang sewajarnya dan diridai oleh Tuhan.

Kufr Al-Irtidad (Al-Riddah)

Berarti kembali kepada kekafiran, dari keadaan beriman, baik iman itu didahului oleh kekafiran lain (sebelumnya) atau pun tidak.