Pengertian Jihad Islami Lengkap dari Ulama Sampai Tokoh Muslim Dunai


pengertian jihad


Pengertian Jihad : Secara bahasa, Jihad berasal dari kata juhd yang berarti kekuatan atau kemampuan, sedangkan makna jihad adalah perjuangan. Dari akar kata yang sama, jihad juga dapat diartikan sebagai ujian, hal ini sesuai dengan firman Allah dalam al-Qur’an surat Ali Imran ayat 142. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia: jihad memiliki tiga makna yaitu: 1) Usaha dengan upaya untuk mencapai kebaikan. 2) Usaha sungguh-sungguh membela agama Allah (Islam) dengan mengorbankan harta benda, jiwa dan raga. 3) Perang suci melawan kekafiran untuk mempertahankan agama Islam.

Beberapa ahli atau pakar menguraikan dan memaknai “JIHAD”, Pengertian Jihad Islami:

Al-Raghib al-Ashfahani.

Kata al-jihad dan mujahadah berarti mencurah kemampuan dalam menghadapi musuh.

Yusuf Qardhawi

Jihad terbagi menjadi tiga tingkatan. Pertama, jihad terhadap musuh yang tampak. Kedua, berjihad menghadang godaan setan dan Ketiga, berjihad melawan hawa nafsu.

Quraish Shihab

Jihad adalah cara untuk mencapai tujuan.  Menurut Quraish Shihab, jihad tidak mengenal putus asa, menyerah, kelesuan dan tidak pemrih. Tetapi jihad tidak dapat dilaksanakan tanpa modal, karena itu mesti disesuaikan dengan modal yang dimiliki dan tujuan yang ingin dicapai. Selama tujuan tercapai dan selama masih ada modal, selama itu jihad dituntut. Jihad merupakan puncak segala aktivitas. Jihad bermula dari upaya mewujudkan jati diri yang bermula dari kesadaran, sedangkan kesadaran harus berdasarkan pengetahuan dan tidak ada paksaan, karena seorang mujahid harus bersedia berkorbandan tidak mengkin melakukan jihad dengan terpaksa atau dengan paksaan dari pihak lain.

Salih Ibn Abdullah al-Fauzan

Lima sasaran dalam jihad:

Pertama, jihad melawan hawa nafsu, meliputi pengendalian diri dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kedua, berjihad melawan setan yang merupakan musuh nyata manusia,setan mempunyai tekad untuk senantiasa menggoda manusia dan memalingkannya agar selalu durhaka kepada Allah serta menjauhi segala yang telah di perintahkan Allah kepada manusia.

Ketiga, jihad menghadapi orang yang berbuat maksiat (orang-orang durhaka) dan orang-orang yang menyimpang dari kalangan mukmin.

Keempat, jihad melawan orang-orang munafik, yaitu mereka yang berpura-pura Islam dan beriman tetapi hati mereka sebenarnya masih mengingkari keesaan Allah Swt dan kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Kelima, jihad melawan orang-orang kafir.

Gamal al-Bana

Jihad adalah menunjukkan suatu kandungan tertentu yang memiliki pengertian sebagai sebuah alat atau
tujuan yang bisa menghantar kepada tujuan. Jihad yang dilakukan tidak harus menggunakan perang, walaupun tidak dipungkiri bahwa ada pula jihad yang mengharuskan perang. Menurutnya, perang (qital) adalah jihad pilihan terkhir, Alquran tidak menjadikan perang (qital) sebagai prinsip akan tetapi jihadlah yang disahkan, sebagai prinsip dasar. Perang (qital) hanyalah sarana yang digunakan untuk mempertahankan prinsip tersebut ketika kondisi menuntut demikian, bahkan mendesak menggunakannya.

Sayyid Qutb

Menurutnya titik-tolak jihad dalam Islam adalah memproklamirkan Islam untuk membebaskan manusia dari menyembah kepada selain Allah, menempatkan uluhiyah Allah di muka bumi, memusnahkan thaghut-thaghut atau kethaghutan yang memperbudak manusia dan membebaskan manusia dari menyembah sesamanya kepada menyembah Allah semata.

Zafir al-Qasimi

Istilah jihad sebagai sesuatu yang istimewa dan khusus di dalam Islam. Menurutnya kata jihad hanya digunakan setelah kedatangan Islam dan tidak dikenal pada masa jahiliah. Hal itu dibuktikan dengan tidak terdapatnya kata jihad dalam syair-syair jahiliyyah yang lama atau yang baru. Perkataan jihad adalah perkatan yang berhubungan dengan urusan agama, datang bersamaan dengan datangnya Islam, sebagaimana perkataan salat, zakat dan lain-lainnya yang tidak terdapat di dalam perkataan Jahiliyah. Jihad hanya khusus untuk peristilahan di dalam Islam dengan makna yang khusus pula, tidak sama dengan makna kalimat lainnya.

Fakta-Fakta Tentan Jihad dalam Islam:

1. Sejarahwan membagi jihad pada masa Nabi Muhammad menjadi dua. Pertama, periode Makkah, dilakukan kurang lebih selama tiga belas tahun. Kedua, periode Madinah, berjalan selama sepuluh tahun penuh

2. Jihad Nabi Muhammad pada periode Makkah merupakan perintah untuk menegakkan kebajikan, kebaikan, akhklak yang mulia, menjauhi keburukan dan kehinaan.

3. Pelaksanaan jihad pada periode Makkah ini lebih ditekankan pada pengendalian diri agar tidak terpancing oleh tindakan-tindakan yang mengusik emosi dan harus bersikap sabar menghadapi dalam menghadapi semua cobaan, menyampaikan kabar gembira dan peringatan.

4. Surat Al-Hajj ayat 39, menandai mulai diizinkan jihad dalam pengertian perang, namun masih terbatas sasaran kaum kafir dan musyrik Makkah yang telah memerangi dan menganiaya umat Islam terlebih dahulu dengan cara mengusir mereka dari Makkah tanpa alasan yang jelas.

Catatan : Semua data di atas dari berbagai sumber