Kata Bijak Islami : Kumpulan Nasehat KH. Hasyim Asy'ari

Nasehat KH. Hasyim Asy’ari/ Kata Nasehat KH. Hasyim Asy’ari / Nasehat Kyai NU (KH. Hasyim Asy’ari) : Di bawah anda akan membaca kumpulan kata kata nasehat KH. Hasyim Asy’ari yang sangat sejuk dan dalam. Nasehat yang bukan hanya berasal dari olah pikir seorang ulama, tetapi juga berasal oleh batin / hati seorang Wali Allah (Kekasih Allah SWT).

Warga Nahdlatul Ulama (NU) benar benar haus dengan nasehat beliau. Ini terjadi secara natural, walaupun dibaca berulang-ulang kali dan dikutip oleh ulama lain berulang-ulang pula, tetapi nasehat (kata kata bijak) dari beliau (KH. Hasyim Asy’ari) selalu terasa segar dan baru. Inilah barokah ilmu.

Selamat membaca nasehat KH. Hasyim Asy’ari ... semoga barokah....

         



Dakwah Dengan Cara Memusuhi Ibarat Orang Membangun Kota, Tetapi Merobohkan Istananya

Jangan Jadikan perbedaan pendapat sebagai sebab perpecahan dan permusuhan. Karena yang demikian itu merupakan kejahatan besar yang bisa meruntuhkan bangunan masyarakat, dan menutup pintu kebaikan di penjuru mana saja.

Bahwasanya Alqur’an dan Alhadist adalah pedoman dan rujukan bagi muslimin, hal itu benar adanya. Namun memahami Alquran dan Alhadist Tanpa mempertimbangkan pendapat Para Ulama adalah sulit, atau bahkan tidak bisa.

Jangan jadikan pendapat sebagai sebab perpecahan dan permusuhan. Karena yang demikian itu merupakan kejahatan besar yang bisa meruntuhkan bangunan masyarakat, dan menutup pintu kebaikan dipenjuru mana saja.


Siapa yang mau mengurusi NU, saya anggap ia santriku. Siapa yang jadi santriku, saya do’akan husnul khotimah beserta anak cucunya.


Agama Dan Nasionalisme Adalah Dua Kutub Yang Tidak Berseberangan. Nasionalisme Adalah Bagian Dari Agama Dan Keduanya Saling Menguatkan.

Tak ada satu pun di dunia ini yg kekal. Maka, ukirlah cerita indah sebagai kenangan. Karena dunia memang sebuah cerita.

Mengagungkan atau menghormati masjid hukumnya wajib, sedangkan meremehkan atau menghinanya adalah haram.

Hendaknya segera mempergunakan masa muda dan umurnya untuk memperoleh ilmu, tanpa terpedaya oleh rayuan “menunda-nunda” dan “berangan-angan panjang”, sebab setiap detik yang terlewatkan dari umur tidak akan tergantikan. 


Menerima sandang pangan apa adanya sebab kesabaran akan ke-serba kekurangan hidup, akan mendatangkan ilmu yang luas, kefokusan hati dari angan-angan yang bermacam-macam dan hikmah hikmah yang terpancar dari sumbernya.



Pandai Membagi Waktu Dan Memanfaatkan Sisa Umur Yang Paling Berharga Itu.

Makan dan minum sedikit. Kenyang hanya akan mencegah ibadah dan bikin badan berat untuk belajar. 

Bersikap wara’ (mejauhi perkara yang syubhat ‘tidak jelas ‘ halal haramnya) dan berhati-hati dalam segala hal.

Meminimalisir tidur selama tidak berefek bahaya pada kondisi tubuh dan kecerdasaan otak.

Meninggalkan pergaulan karena hal itu merupakan hal terpenting yang seyogyanya di lakukan pencari ilmu, terutama pergaulan dengan lain jenis dan ketika pergaulan lebih banyak-main-mainnya dan tidak mendewasakan pikiran.