Kata Bijak Islami : Kumpulan Nasehat Imam Malik



Ketika seseorang memuji dirinya sendiri, maka akan hilang kemuliaan yang dimilikinya.

Bukanlah dikatakan sebagai ilmu, suatu pengetahuan yang diperoleh dengan banyak riwayat. Ilmu adalah suatu cahaya yang diletakkan Allah di dalam hati.

Sudah seharusnya orang yang mencari ilmu itu memiliki kewibawaan, ketengangan, dan rasa takut pada Allah SWT.

Tidak sepantasnya seorang yang berilmu membicarakan tentang suatu pengetahuan pada orang yang tidak menaatinya karena itu adalah penghinaan dan pelecehan pada kemuliaan ilmu itu.


Aku malu pada Allah SWT menginjakkan kaki dengan kulit binatang di suatu tanah yang terdapat makam Rasulullah.



Saya ditanya fatwa dan saya kehilangan tidur selama berhari-hari.

Aku hanyalah seorang pria. Kadang-kadang saya membuat kesalahan dan terkadang saya benar, jadi tanyakan pendapat saya dan terima apapun yang sesuai dengan Kitab dan Sunnah; dan tinggalkan apapun yang tidak sesuai dengan Kitab dan Sunnah.

Sesungguhnya pengetahuan ini adalah daging dan darahmu, dan kamu akan ditanya tentang hal itu pada hari kebangkitan. Jadi lihatlah (hati-hati) dari siapa kamu mengambilnya.

Tanda kejahatan seseorang adalah kebutuhannya untuk terus berdebat.

Saya tidak mulai memberi fatwa sampai tujuh puluh ulama mengatakan bahwa saya cocok untuk itu. 



Jika saya memiliki 99 alasan untuk percaya bahwa seseorang adalah orang kafir dan orang percaya dia tidak, saya akan memilih yang terakhir.

Ibu saya akan mendandani saya dengan pakaian para ilmuwan sementara saya masih anak-anak dan dia akan mengatakan kepada saya “Pergilah ke Masjid dan cari pengetahuan dari Imām ar-Rabīah, pelajari sopan santunnya sebelum Anda mengambil dari pengetahuannya”.

Carilah pengetahuan, bagaimana dengan memakai sepatu menurut Sunnah

Tidak ada orang yang memiliki pengetahuan harus berhenti mencari ilmu.

Bukan pengetahuan yang harus datang kepada Anda, Andalah yang harus mengetahui pengetahuannya. 



Orang beriman itu seperti mutiara; dimanapun dia berada, cantiknya (kualitas) menyertainya

Tidak ada gunanya bagi siapa pun yang memiliki pengetahuan untuk berhenti belajar.

Pengetahuan tidak mengetahui sejumlah besar teks dan mengutip narasi. Ini adalah cahaya yang Allah tempatkan di dalam hati.

Pengetahuan tidak mengacu pada banyak informasi, pengetahuan adalah cahaya yang Allah taruh di hati orang beriman sejati.