Kata Bijak Islami : Kumpulan Nasehat Imam Abdullah bin Alawi al-Haddad

KATA KATA IMAM ABDULLAH BINALAWI AL-HADDAD


Kata Kata Imam Abdullah bin Alawi al-Haddad :  Di bawah ini adalah kumpulan kata kata Imam Abdullah bin Alawi al-Haddad. Seorang ulama besar dan sufi terkemuka. Nama besar beliau sampai masih terus diperbincangkan, terutama buah pikiran dan kedalaman renungan hatinya. Hingga tak jarang pecinta pemikiran Imam Abdullah bin Alawi al-Haddad terus tumbuh dari zaman ke zaman.    

Kata Kata Imam Abdullah bin Alawi al-Haddad atau Kata Kata Bijak Imam Abdullah bin Alawi al-Haddad atau Kata kata Mutiara Imam Abdullah bin Alawi al-Haddad di bawah ini jelas tidak mencantumkan seluruh buah pemikirannya. Melainkan hanya sebagain kecilnya saja. Pun tidak mewakili dari berbagai ragam pemikiran Imam Abdullah bin Alawi al-Haddad yang lainnya.

Baiklah, selamat membaca ...  





Refleksi adalah lampu hati. Jika pergi (hilang), jantung tidak akan memiliki cahaya.

Bila ke dalam baik, lahiriah juga mau tidak mau begitu, karena lahiriah selalu mengikuti ke dalam, entah itu baik atau jahat.

Seseorang yang berusaha untuk melakukan perjalanan jalan Allah harus memulai dengan pertobatan yang baik dari segala dosanya.

Jangan pernah menghancurkan hati seorang Muslim dengan menolak apa yang dia tawarkan kepada Anda, ketika Anda tahu bahwa segala sesuatu yang datang kepada Anda melalui dia adalah kenyataan dari Allah, dan dia hanya berarti tanpa kekuatan dan kekuatannya.

Anda harus tahu segala sesuatu yang Tuhan telah melarang Anda sehingga bisa menghindarinya, karena orang yang tidak mengenal kejahatan jatuh ke dalamnya.



Tunjukkan rasa hormat dan penghargaan kepada siapa-siapa yang berperilaku baik, dan upayakanlah agar memaafkan siapa-siapa yang berperilaku buruk.

Sesungguhnya aku tidak ingin bercakap-cakap dengan masyarakat, aku juga tidak menyukai pembicaraan mereka, dan tidak peduli kepada siapapun dari mereka. Sudah menjadi tabiat dan watakku bahwa aku tidak menyukai kemegahan dan kemasyhuran. Aku lebih suka berkelana di gurun sahara. Itulah keinginanku; itulah yang kudambakan. Namun, aku menahan diri tidak melaksanakan keinginanku agar masyarakat dapat mengambil manfaat dariku.

Kebanyakan orang, jika tertimpa musibah penyakit atau lainnya, mereka tabah dan sabar; mereka sadar bahwa itu adalah qodho dan qodar Allah SWT. Tetapi jika diganggu orang, mereka sangat marah. Mereka lupa bahwa gangguan-gangguan itu sebenarnya juga qodho dan qodar Allah SWT, mereka lupa bahwa sesungguhnya Allah SWT hendak menguji dan menyucikan jiwa mereka. 


Ajaklah orang awam kepada syariat dengan bahasa syariat; ajaklah ahli syariat kepada tarekat ( thariqah ) dengan bahasa tarekat; ajaklah ahli tarekat kepada hakikat ( haqiqah ) dengan bahasa hakikat, ajaklah ahli hakikat kepada Al-Haq dengan bahasa Al-Haq, dan ajaklah ahlul Haq kepada Al-Haq dengan bahasa Al-Haq. 

Berusahalah mencegah keterlibatan setiap anggota tubuhmu dalam kegiatan bermaksiat atau berdosa. Lebih-lebih lagi dalam hal menjaga dan memelihara lidah dari pembicaraan-pembicaraan yang terlarang atau sia-sia, terutama yang bersifat umpatan atau gunjingan terhadap sesama muslim. Begitu besar dosa ghibah (pergunjingan) sehingga dinyatakan bahawa dosanya lebih besar daripada dosa perzinaan. 

Andaikan aku kuasa dan mampu, tentu akan kupenuhi kebutuhan semua kaum faqir miskin. Sebab pada awalnya, agama ini ditegakkan oleh kaum Mukminin yang lemah. Dengan sesuap makanan tertolaklah bencana. 

Di zaman ini kita harus berhati-hati, sebab zaman ini adalah zaman syubhat. Para Ulama menyatakan, tidak sepatutnya seorang yang berilmu bingung membedakan yang baik dan buruk. Sebab, kebaikan dan keburukan adalah dua hal yang sangat jelas, setiap orang dapat membedakannya. 

Berdialoglah dengan mereka dengan ucapan-ucapan yang baik yang tidak mengandung pelanggaran (atas hak mereka).

Aku tidak pernah melihat ada yang benar-benar memberi, selain Allah SWT. Jika ada seseorang memberiku sesuatu, kebaikannya itu tidak meninggikan kedudukannya di sisiku, karena aku mrnganggap orang itu hanyalah perantara saja, 

Peliharalah hatimu masing-masing dari niatan atau bisikan-bisikan hati yang tercela, dan bersihkanlah dari noda-noda akhlak yang buruk. Berupayalah mencegah keterlibatan setiap anggota tubuhmu dalam kegiatan bermaksiat atau berdosa. Lebih-lebih lagi dalam hal menjaga dan memelihara lidah dari pembicaraan-pembicaraan yang terlarang atau sia-sia, terutama yang bersifat umpatan atau gunjingan terhadap sesama muslim. Begitu besar dosa ghibah (pergunjingan) sehingga dinyatakan bahwa dosanya lebih besar daripada dosa perzinaan.



Saya berpesan hendaknya kamu tidak merasa dirimu lebih baik dari orang lain. Apabila perasaan seperti itu terlintas dalam hatimu, sadarilah segera betapa kamu sudah seringkali melakukan kesalahan-kesalahan di masa lalu. Bagaimanapun juga seorang yang berakal sehat pasti mengetahui bahwa dirinya sendiri penuh dengan berbagai aib dan kesalahan. Maka hendaknya ia menyakini hal itu dan tidak meragukannya sedikitpun.

Para orang sholeh itu setelah wafat hanya hilang jasadnya saja, pada hakikatnya masih hidup seperti sedia kala malah tambah tajam pandangan bashirohnya dan makin kuat tawajuhnya (menghadap) kepada Allah. 

Ikut langkah-langkah ulama salaf (ulama terdahulu) akan membuahkan kebaikan yang amat besar, walaupun si pengikut bukan tergolong ahlil bathin. Tetapi jika ia serasikan langkahnya dengan ulama salaf, maka ia akan mendapatkan seperti apa yang di dapat oleh mereka para salaf sholihin.